Asakita.News | Banda Aceh — Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Aceh mendorong penguatan ketahanan pangan sebagai salah satu fondasi mewujudkan masyarakat makmur dan sejahtera sesuai visi Aceh mulia.
“Bicara Aceh mulia itu mesti bicara makmur sejahtera. Makmur sejahtera itu mesti diawali dengan ketersediaan pangan,” kata Ketua MPW ICMI Aceh Taqwaddin usai pembukaan Muswil VIII ICMI Aceh, Banda Aceh, Sabtu.
Taqwaddin mengatakan, penguatan ekonomi dan ketahanan pangan merupakan kebutuhan mendasar yang berkaitan erat dengan kesejahteraan masyarakat.
Ia menjelaskan, ketahanan pangan menjadi salah satu gagasan yang ingin diperkuat ICMI dalam memberikan sumbangsih pemikiran bagi pembangunan Aceh.
Melalui forum Muswil, ICMI juga membahas berbagai persoalan strategis untuk menghasilkan rekomendasi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Untuk itu, kalau pangannya tersedia maka kita insya Allah akan sejahtera,” ujar Taqwaddin.
Sementara itu, Wakil Ketua ICMI Pusat Teuku Abdullah Sanny berharap ICMI Aceh dapat memperkuat kebersamaan dalam memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah.
“Alhamdulillah, saya mengharapkan memang Aceh, ICMI kompak membangun Aceh bersama,” katanya.
Dalam kesempatan ini, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal berharap rekomendasi yang dihasilkan ICMI tidak berhenti sebagai hasil pembahasan, tetapi dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kita menunggu rekomendasi dan siap berkolaborasi dengan ICMI ke depan,” kata Illiza Sa’aduddin Djamal.


