ASAKITA.News | ACEH TAMIANG – Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Wilayah Bireuen mengerahkan personel untuk terlibat langsung dalam program Seumegleh Sikula yang digagas Dinas Pendidikan Aceh.
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu, 3–4 Januari 2026, di wilayah terdampak banjir bandang Aceh Tamiang.
Tim Seumegleh Cabdin Bireuen difokuskan pada pembersihan SMA Swasta Al Washliyah yang berlokasi di Kota Kuala Simpang. Di lokasi, tim Cabdin Bireuen bergabung dengan personel TNI, tim cabdin Pidie Jaya dan Abdya yang secara khusus juga diturunkan untuk membantu pembersihan sekolah-sekolah terdampak banjir bandang.
Dari pantauan di lapangan, kondisi sekolah cukup memprihatinkan. Lumpur tebal terlihat menutupi hampir seluruh area sekolah dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa, sehingga menyulitkan proses pembersihan.
Kacabdin Pendidikan Wilayah Bireuen, Abdul Hamid, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa pembersihan tidak dapat dilakukan secara cepat karena kondisi lumpur masih sangat encer dan saluran pembuangan air tersumbat.
“Sedikit sulit kami bersihkan karena lumpur masih encer dan air bercampur lumpur, sementara saluran sudah tersumbat,” jelas Abdul Hamid di sela-sela kegiatan bersih bersih bersama ketua DWP caban bireuen Nyonya Marlina Mardi Abdul Hamid
Ia menambahkan, upaya pembuangan air dan lumpur harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak menimbulkan dampak baru bagi masyarakat sekitar sekolah.
“Kalau kita paksakan air keluar dari halaman sekolah, justru akan masuk ke rumah-rumah penduduk yang berada dekat dengan sekolah ini,” lanjutnya.
Meski demikian, kerja sama antara tim Cabdin Bireuen dan personel TNI mulai membuahkan hasil. Hingga hari pertama kegiatan, delapan ruang kelas berhasil dibersihkan dan siap untuk tahap pembilasan lanjutan.
“Hari ini sudah bersih delapan ruang kelas. Nanti setelah lumpur di halaman terbuang, kita bilas dengan air dan kita pel hingga tuntas,” tutup Abdul Hamid didampingi oleh Plt KTU Muhammadar dan kasi manajemen Azhari.
Program Seumegleh Sikula menjadi wujud nyata kepedulian Pemerintah Aceh dan Disdik Aceh kepada dunia pendidikan Aceh dalam memastikan sekolah-sekolah terdampak bencana dapat segera kembali berfungsi, sekaligus menjaga keberlangsungan proses belajar mengajar bagi para siswa.


